• Webster Hall posted an update 6 months, 2 weeks ago

    Pekatnya aura kompetensi sekarang tidak hanya berlangsung pada bidang ragam raga saja, tetapi juga terjadi di bidang lain sebagaimana di dunia dagang dan industri properti. Para pengembang milik terus berlomba – lomba dalam kompetisi untuk jadi yang terdepan dalam kegiatan pengembangan dan penjualan propertinya. Persaingan ini juga sangat terasa pada pengembangan perumahan bersubsidi dan sepatutnya estate untuk bangsa berpenghasilan rendah dengan menggunakan skema pembayaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Diantaranya yang terjadi saat berlangsungnya salah satu ekshibisi properti terbesar dalam Indonesia, yaitu Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 yang dijalankan di JCC Senayan, Jakarta. Pada kalender tersebut, para pengembang termasuk Delta Group Property berusaha dan bersaing untuk bisa menawarkan berbagai orang promosi yang memukau yang dapat merangsangkan persentase penjualan komoditas properti mereka. Promosi yang ditawarkan sejak down payment / uang muka nol rupiah, potongan pajak jual, cicilan yang sangat murah, hingga bonus pemberian seperangkat peralatan dan produk rumah yang hendak diberikan secara cuma – cuma nama pseudonim gratis.

    Tidak hanya sampai disitu, para pengembang yang mengikuti acara tersebut juga melengkapi para salesnya dengan berbagai folder dengan design yang menarik hingga seragam yang sangat memesona guna menarik minat para calon pembelinya.
    Delta Property perhatian karet calon pembeli sudah biasa terambil, para pembeli pastinya akan mampir ke stand pengembang tersebut. Di tahap ini lah sajian kata – tanda dari para daya pemasaran pengembang mulai dari bermain. Mereka hendak berusaha membujuk getah perca calon pembeli dengan menawarkan keunggulan – keunggulan yang dimiliki oleh para pengembang tersebut sampai terjadinya kesepakatan pembelian satu buah property.

    Ketatnya kompetisi dalam acara itu membuat para pengembangan perumahan bersubsidi serta real estate mesti berpikir ekstra pada mengatur strategi pemasarannya. Karena jika khilaf dalam menggunakan tata pemasarannya, pengembang properti tersebut tidak akan memperoleh keuntungan yang gede, bahkan berpotensi mendapatkan kerugian akibat propertinya tidak laku terjual. Dalam acara tersebut, para pengembang graha murah terlihat terpusat di deret kanan Hall B JCC. Stand mereka berjejer dengan rapih daripada tengah hingga belakang gedung.

    Tidak cuma terlihat dalam pameran itu saja, kompetisi pun juga tampil lebih sengit dalam lokasi pengembangan kekayaan eigendom. Bahkan ada suatu kelurahan yang pada kecamatan Gunung Ananda di Kabupaten Bogor yang di dalamnya berdiri 13 sampai 14 perumahan yang berasal dari pengembang property yang berbeda, salah satu pengembangnya yaitu Delta Group Property. Dalam satu perumahan saja terdapat 20 hingga ratusan bagian rumah dengan design bangunan yang bermacam rupa dan dibuat dengan semenarik mungkin untuk menarik minat calon pembeli. Selain tersebut, para pengembang pula berusaha untuk sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan dari unit rumah yang sudah di beli oleh pengguna.